Oleh : Zamid al Zihar
Adakalanya ketika musibah melanda, kehidupan buram menyapa,
manis berganti pahit, terang bertukar gelap, kemudahan berubah kesulitan, atau
juga ketika sekian lama berbaur dengan warna penderitaan yang seakan tidak pernah kunjung pudar, perasaan
sedih akan hadir tanpa kompromi, menolak dan sulit untuk bisa menerima, bahkan timbul
gejolak hati yang terombang ambing bagai gelombang badai menghempas harapan
tanpa arah, sehingga pikiranpun tidak mampu lagi menjangkau hal yang positif. Pada
situasi kenyataan seperti ini, mampukah bertahan? Tentulah tidak akan mampu
selama hati dan pikiran terhanyut dan tenggelam ke dalam samudra kesedihan.
Lantas bagaimana harus menyikapinya?
Dalam
surah At-Thagaabun (QS 64:11) Allah berfirman :
Tidak ada suatu musibah pun
yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan Barangsiapa yang beriman
kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. dan Allah Maha
mengetahui segala sesuatu.
Menyimak ayat tersebut tentunya kita memahami,
bahwa apapun yang terjadi terhadap kita ataupun sekitar kita adalah sudah merupakan
kehendak dan keputusan Allah. Tentang adanya penderitaan atau musibah yang kita
alami, bisa saja Allah tengah mencoba dan menguji kesabaran atau menegur atas
perbuatan kita sendiri yang tentunya tidak dikehendaki oleh-Nya. Begitu
juga terhadap orang yang seakan sejak lahir dilanda penderitaan, mungkin
saja dikarenakan mereka tidak mengetahui harus bagaimana dan harus melakukan apa, sehingga Allah membiarkannya
seperti itu. Terkadang tidak
sedikit orang menyandarkan hal ini kepada takdir tanpa melakukan apapun,
sehingga terlena dengan kesulitan yang berkepanjangan.
Dalam surah Al-Baqarah (QS 2:155-156)
Allah berfirman :
dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan,
kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita
gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa
musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi
raaji'uun"
Sabar dengan dilandasi hati
ikhlas, itulah selayaknya yang harus kita lakukan manakala musibah atau cobaan
datang menimpa kita. Allah maha mengetahui apa yang ada dalam hati, pikiran dan
perbuatan kita. Kadang tidak pernah kita sadari berapa banyak keburukan yang telah
kita perbuat, bahkan adakalanya kita berbangga hati dengan hanya sedikit saja telah
melakukan kebaikan. Sudah barang tentu Allah maha bijaksana dan maha tahu apa
yang harus ditimpakan-Nya kepada kita.
Saudaraku, cobaan
bukanlah hal yang buruk apabila kita memaknainya dengan selaksa hikmah
dan menjalaninya dengan segenggam keikhlasan serta tawakal dan berpasrah
diri kepada Allah, di balik itu semua ada seberkas cahaya kehidupan yang begitu hangat
merasuk jiwa dan begitu indah dalam anugrah nikmat. Sebagai manusia
biasa, memang bisa saja kita mengalami kesedihan luar biasa, hati terasa gundah gulana dan pikiran
dijejali seribu satu macam muatan negatif. Namun demikian itulah adanya, manakala
kehendak Allah datang kita tidak akan pernah mampu menepisnya. Kalau kita
menyadari seberapa pedihnya cobaan yang kita rasakan, tentunya tidak akan
pernah bisa sebanding dengan besarnya nikmat yang diberikan-Nya. Bisa jadi
Allah melimpahkan cobaan karena sayang kepada kita, sebagaimana sabda
Rasulullah SAW dalam sebuah hadits riwayat Tirmidzi dari Anas ra :
“Sesungguhnya besarnya pahala itu tergantung dengan besarnya cobaan.
Sesungguhnya apabila Allah Ta’ala mencintai sesuatu kaum maka Ia mencobanya,
barang siapa yang rela menerimanya maka iapun mendapat keridhaan Allah dan barang
siapa yang murka maka iapun mendapat murka Allah.”
Oleh karena itu janganlah
berputus asa, jangan juga menyerah, terimalah dengan sabar dan ikhlas serta
tetaplah mensyukuri dengan keimanan kita, artinya tingkatkan ibadah serta
berusahalah sambil tak bosan-bosannya berdo’a, karena sesungguhnya apapun
bentuk cobaan yang kita dapatkan adalah yang terbaik bagi diri kita. Dalam
sebuah hadits yang diriwayatkan Bukhari-Muslim dari Abu Sa’id dan Abu Hurairah
ra, Rasulullah bersabda :
”Seorang muslim yang tertimpa penderitaan, kegundahan, kesedihan,
kesakitan, gangguan dan kerisauan sehingga terkena duri, semuanya itu merupakan
kafarat (penebus) dari dosa-dosanya.”
juga dalam surah Az Zumar (QS 39:53)
Allah berfirman :
Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas
terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.
Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang
Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Bersyukurlah
saudaraku, artinya apabila kita ikhlas, sabar dan juga qana’ah dalam menerimanya serta tetap melaksanakan ibadah dengan
teguh sesuai syariat, maka Insya Allah bukan saja terlepas dari cobaan, akan tetapi
juga terlepas dari dosa-dosa yang telah kita perbuat di dunia. Berapa banyak
dosa yang telah kita lakukan dari yang disengaja maupun tidak disengaja, semua
itu bisa luntur hanya dengan kesabaran dan keikhlasan kita dalam menjalani cobaan.
Bisa dibayangkan apa yang akan terjadi andai sederet dosa-dosa itu harus dibawa
ke akhirat. Jadi mintalah pertolongan kepada Allah agar segera
terlepas dari penderitaan yang dialami. Janganlah minta pertolongan kepada
selain Allah semisal kepada setan, karena hanya kepada-Nya-lah yang
sebenar-benarnya tempat berlindung dan memohon pertolongan. Sebagaimana Ali Imran
(QS 3: 173) :
"Cukuplah Allah menjadi
penolong kami dan Allah adalah Sebaik-baik Pelindung".
dan tentang keharusan sabar, Allah
berfirman dalam surah Al-Baqarah (QS 2:153) :
Hai orang-orang yang beriman, Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu.
Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
Allah
mendatangkan cobaan bukan saja berupa penderitaan, akan tetapi juga
berupa kesenangan dengan harta dan gemerlap dunia. Lalu kepada siapa dan
bagaimana Allah mendatangkan cobaan? Bisa saja kepada orang-orang yang
mengetahui kebenaran karena keimanannya, bisa juga kepada orang-orang yang
mengetahui kebenaran karena memelihara kesalahannya, dan tentu juga kepada
orang-orang kafir karena kesesatannya.
Orang beriman yang
diberikan cobaan penderitaan, tentunya adalah ujian untuk menyempurnakan keimanannya.
Sedangkan cobaan penderitaan orang yang senantiasa memelihara kesalahannya
adalah merupakaan teguran atau peringatan agar ia menyadari dan kembali ke
jalan benar. Allah juga senantiasa mencoba umatnya dengan menitipkan harta yang
melimpah serta kenikmatan duniawi lainnya, dimana ujiannya adalah mampukah
menjaga dan membelanjakannya sesuai dengan yang diamanahkan-Nya. Sudah
barang tentu keberhasilan dalam menjalankan ujian tersebut, semuanya kembali kepada
kesabaran dan keikhlasan serta keimanan. Lain halnya kepada orang kafir, bisa
saja berupa harta yang mengalir deras bagaikan air hujan yang turun dari langit
agar dengan kesenangannya mereka semakin sesat, atau bisa juga sebaliknya,
Allah mengazabnya di dunia dengan keras. Sebagai mana firman Allah :
dan Demikianlah telah Kami uji sebahagian mereka (orang-orang kaya) dengan
sebahagian mereka (orang-orang miskin), supaya (orang-orang yang Kaya itu)
berkata: "Orang-orang semacam inikah di antara kita yang diberi anugerah
Allah kepada mereka?" (Allah berfirman): "Tidakkah Allah lebih
mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur (kepadaNya)?" (Al-An’am, QS 6:53)
Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada
mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga
apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami
siksa mereka dengan sekonyong-konyong, Maka ketika itu mereka terdiam berputus
asa. (Al-An’am, QS 6:44).
Saudaraku, kalau
kita menyimak dan memaknai perjalanan para nabi, bagaimana Allah menguji
kesabaran kepada mereka yang sudah jelas tingkat keimanannya tidak diragukan
lagi, sebagai misal nabi Ayub dengan penyakit kulitnya yang dideritanya bertahun-tahun,
nabi Yusup dengan penganiayaan yang dilakukan oleh saudara-saudaranya hingga
harus menahan nafas di dalam sumur, begitu juga kepada nabi Daud, nabi Musa,
nabi Isa dan para nabi lainnya termasuk Rasulullah SAW dengan
penganiayaan-penganiayaan secara fsikologis dari orang-orang kafir. Tentunya
buah dari kesabaran serta keteguhan iman mereka, Allah memberinya tempat yang
sangat mulia. Lalu bagaimana dengan kita yang notaben hanya manusia biasa
dengan tingkat keimanan yang masih teramat jauh dari kesempurnaan. Apabila kita
menyadarinya, tentulah tidak seharusnya kita lantas menyerah, menyesali,
terlebih lagi berputus asa. Bersemangatlah untuk berjuang menggali kembali
kehidupan yang kita harapkan, tentunya dengan selalu berusaha dan tidak
bosan-bosannya berdo’a. Sebagaimana Allah berfirman dalam surah Ali Imran (QS
3:139) :
“janganlah kamu
bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, Padahal kamulah
orang-orang yang paling Tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang
beriman.”
Terkadang kita juga bertanya, mengapa do’a kita tidak
dikabulkan oleh Allah SWT, padahal kita sudah banyak melakukan ibadah serta
selalu mentaati perintahNYA. Ada dua kemungkinan :
Kemungkinan pertama, bukanlah
Allah tidak mau mendengarkan permohonan kita, akan tetapi justru bisa jadi
karena Allah Ta’ala menyukai kita, sehingga permintaan kita tersebut diletakkannya
di bawah rahmat dan perlindunganNYA. Allah menyimpan doa-doa kita untuk keperluan
kita sendiri di hari kiamat, dimana pada hari itu tidak ada gunanya lagi harta
dan anak. Apabila tidak ada sesuatupun yang dapat menyelamatkan diri kita dari api
neraka, maka ketika itulah Allah akan menunjukan dan membuka kembali segala
doa-doa kita, sehingga seketika itu pulalah doa-doa kita tersebut akan dapat
menyelamatkan kita dari panasnya api neraka. Betapa cinta serta kasih sayangnya
Allah terhadap kita.
Dalam riwayat Aisyah r.a. berkata:
"Tidak ada
seorang muslim yang berdo'a kepada Allah meminta sesuatu kemudian tidak muncul,
kecuali Allah menangguhkannya untuk kesempatan lain di dunia, atau Allah
menangguhkannya hingga hari qiamat nanti, kecuali ia tergesa-gesa dan putus
asa". Lalu Urwah bertanya:"Wahai Ummul Mukminin, bagaimana ia
tergesa-gesa dan putus asa?" Aisyah menjawab:"Misalnya ia berdoa,
lalu berkata aku sudah berdoa tapi tidak diberi, atau aku telah berdoa tapi
tidak dikabulkan"
Kemungkinan kedua, do’a
tersebut tidak dikabulkan oleh Allah karena suatu sebab yang ada dalam diri
kita. Misalnya karena kita tidak patuh menjalankan perintahNya, bahkan mungkin bukan
itu saja, bisa jadi karena tidak adanya keseimbangan dengan apa yang telah kita
lakukan untuk Allah, untuk Islam, untuk Rasulullah s.a.w? Sanggupkah kita
lakukan seperti Bilal yang menahan siksaan kerana keimanannya kepada Allah?
Sanggupkah kita lakukan seperti Saidina Abu Bakar As-Siddiq yang menafkahkan
seluruh hartanya untuk Islam? Sanggupkah kita lakukan seperti Imam Nawawi yang
mengorbankan siang dan malamnya serta mengorbankan kelezatan hidupnya di dunia
ini demi untuk menegakkan ilmu agama Islam? Justru harusnya kita malu memohon kepada
Allah tetapi tidak patuh kepada perintahNYA.
Firman Allah dalam surah Al-Baqarah (QS 2:186) :
dan apabila
hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya aku
adalah dekat. aku mengabulkan permohonan
orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu
memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar
mereka selalu berada dalam kebenaran.
Apabila Allah menyayangi kita, maka sedikit saja
kesalahan yang kita lakukan tentunya akan sangat berpengaruh kepada kehidupan
kita. Kadang kita sendiri tidak menyadari kalau telah melakukan dosa, bukan
saja yang tidak disengaja atau yang jauh dari pengetahuan kita, bahkan juga
yang disengaja. Terlebih juga kadang kita tidak menyadari akan kenikmatan yang
begitu banyak telah dianugrahkanNYA kepada kita. Allah memang telah
mengilhamkan kebaikan dan keburukan kepada hambaNYA, akan tetapi apabila kita
menginginkan kemudahan dalam segala langkah kita, senantiasalah kita berupaya memelihara
kebaikan dan menekan sedalam-dalamnya keburukan kita dengan penuh kesabaran.
Sebagaimana Allah berfirman dalam surah Al-Hajj (QS 22:34-35) :
” ...............
dan berilah kabar gembira kepada orang yang tunduk patuh (kepada Allah), yaitu
mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hati mereka dan sabar atas ujian
yang menimpa mereka.”
Saudaraku, marilah kita menyadari bahwa
kondisi apapun yang ditimpakan Allah kepada kita adalah sebenar-benarnya yang
terbaik buat kita. Bersyukurlah dan tetaplah bangga terhadap seburuk dan
sepahit apapun yang kita miliki saat ini. Bangkitlah serta
janganlah lagi terhanyut dalam keresahan dan kegelisahaan, dimana sesungguhnya keadaan
seperti itu tak ubahnya sebuah wahana yang akan menghadirkan
arena setan untuk memainkan peranannya dengan segudang tipu daya. Tinggalkan
dan lupakanlah hari kemarin yang telah kita jalani dengan berbagai kebaikan dan
keburukan. Jadikanlah hari ini adalah waktu yang terbaik untuk memulai kembali
menabur sebanyak-banyaknya kebaikan dan membuka seluas-luasnya pandangan ke
depan. Berusahalah seoptimal mungkin, melangkahlah dengan segenap keyakinan, sebab
sesungguhnya di hadapan kita masih begitu luas terhampar ladang pengharapan. Berdo’alah
dan memintalah kepada Allah apa yang kita inginkan, namun tentunya juga dalam
waktu yang sama kita harus berusaha bersungguh-sungguh untuk dapat memenuhi perintah-perintahNya
dan menjauhi segala laranganNya. Marilah kita berazam untuk tidak akan pernah lagi
mengulangi segala perbuatan buruk kita. Insya Allah, segala do’a kita akan senantiasa
diterima oleh Allah SWT. Amin.*****

DISKON TOGEL ONLINE TERBESAR
BalasHapusBONUS CASHBACK SLOT GAMES 5%
BONUS ROLLINGAN LIVE CASINO 0,8% (NO LIMIT)
BONUS CASHBACK SPORTSBOOK 5%
Bonus di Bagikan Setiap Hari Kamis pukul 11.00 wib s/d selesai
Syarat dan Ketentuan Berlaku ya bosku :)
BURUAN DAFTAR!
dewa-lotto.biz
UNTUK INFORMASI SELANJUTNYA BISA HUB KAMI DI :
WHATSAPP : (+855 88 876 5575 ) 24 JAM ONLINE BOSKU ^-^
DISKON TOGEL ONLINE TERBESAR
BalasHapusBONUS CASHBACK SLOT GAMES 5%
BONUS ROLLINGAN LIVE CASINO 0,8% (NO LIMIT)
BONUS CASHBACK SPORTSBOOK 5%
Bonus di Bagikan Setiap Hari Kamis pukul 11.00 wib s/d selesai
Syarat dan Ketentuan Berlaku ya bosku :)
BURUAN DAFTAR!
dewa-lotto.biz
UNTUK INFORMASI SELANJUTNYA BISA HUB KAMI DI :
WHATSAPP : (+855 88 876 5575 ) 24 JAM ONLINE BOSKU ^-^