Rabu, 10 September 2014

JANGAN PUTUS ASA



Oleh : Zamid al Zihar

Adakalanya ketika musibah melanda, kehidupan buram menyapa, manis berganti pahit, terang bertukar gelap, kemudahan berubah kesulitan, atau juga ketika sekian lama berbaur dengan warna penderitaan yang seakan tidak pernah kunjung pudar, perasaan sedih akan hadir tanpa kompromi, menolak dan sulit untuk bisa menerima, bahkan timbul gejolak hati yang terombang ambing bagai gelombang badai menghempas harapan tanpa arah, sehingga pikiranpun tidak mampu lagi menjangkau hal yang positif. Pada situasi kenyataan seperti ini, mampukah bertahan? Tentulah tidak akan mampu selama hati dan pikiran terhanyut dan tenggelam ke dalam samudra kesedihan. Lantas bagaimana harus menyikapinya?

Dalam surah At-Thagaabun (QS 64:11) Allah berfirman :

Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan Barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu.

Menyimak ayat tersebut tentunya kita memahami, bahwa apapun yang terjadi terhadap kita ataupun sekitar kita adalah sudah merupakan kehendak dan keputusan Allah. Tentang adanya penderitaan atau musibah yang kita alami, bisa saja Allah tengah mencoba dan menguji kesabaran atau menegur atas perbuatan kita sendiri yang tentunya tidak dikehendaki oleh-Nya. Begitu juga terhadap orang yang seakan sejak lahir dilanda penderitaan, mungkin saja dikarenakan mereka tidak mengetahui harus bagaimana dan harus melakukan apa, sehingga Allah membiarkannya seperti itu. Terkadang tidak sedikit orang menyandarkan hal ini kepada takdir tanpa melakukan apapun, sehingga terlena dengan kesulitan yang berkepanjangan.

Dalam surah Al-Baqarah (QS 2:155-156) Allah berfirman :

dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun"

Sabar dengan dilandasi hati ikhlas, itulah selayaknya yang harus kita lakukan manakala musibah atau cobaan datang menimpa kita. Allah maha mengetahui apa yang ada dalam hati, pikiran dan perbuatan kita. Kadang tidak pernah kita sadari berapa banyak keburukan yang telah kita perbuat, bahkan adakalanya kita berbangga hati dengan hanya sedikit saja telah melakukan kebaikan. Sudah barang tentu Allah maha bijaksana dan maha tahu apa yang harus ditimpakan-Nya kepada kita.
Saudaraku, cobaan bukanlah hal yang buruk apabila kita memaknainya dengan selaksa hikmah dan menjalaninya dengan segenggam keikhlasan serta tawakal dan berpasrah diri kepada Allah, di balik itu semua ada seberkas cahaya kehidupan yang begitu hangat merasuk jiwa dan begitu indah dalam anugrah nikmat. Sebagai manusia biasa, memang bisa saja kita mengalami kesedihan luar biasa, hati terasa gundah gulana dan pikiran dijejali seribu satu macam muatan negatif. Namun demikian itulah adanya, manakala kehendak Allah datang kita tidak akan pernah mampu menepisnya. Kalau kita menyadari seberapa pedihnya cobaan yang kita rasakan, tentunya tidak akan pernah bisa sebanding dengan besarnya nikmat yang diberikan-Nya. Bisa jadi Allah melimpahkan cobaan karena sayang kepada kita, sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam sebuah hadits riwayat Tirmidzi dari Anas ra :

“Sesungguhnya besarnya pahala itu tergantung dengan besarnya cobaan. Sesungguhnya apabila Allah Ta’ala mencintai sesuatu kaum maka Ia mencobanya, barang siapa yang rela menerimanya maka iapun mendapat keridhaan Allah dan barang siapa yang murka maka iapun mendapat murka Allah.”

Oleh karena itu janganlah berputus asa, jangan juga menyerah, terimalah dengan sabar dan ikhlas serta tetaplah mensyukuri dengan keimanan kita, artinya tingkatkan ibadah serta berusahalah sambil tak bosan-bosannya berdo’a, karena sesungguhnya apapun bentuk cobaan yang kita dapatkan adalah yang terbaik bagi diri kita. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Bukhari-Muslim dari Abu Sa’id dan Abu Hurairah ra, Rasulullah bersabda :

”Seorang muslim yang tertimpa penderitaan, kegundahan, kesedihan, kesakitan, gangguan dan kerisauan sehingga terkena duri, semuanya itu merupakan kafarat (penebus) dari dosa-dosanya.”

juga dalam surah Az Zumar (QS 39:53) Allah berfirman :

Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Bersyukurlah saudaraku, artinya apabila kita ikhlas, sabar dan juga qana’ah dalam menerimanya serta tetap melaksanakan ibadah dengan teguh sesuai syariat, maka Insya Allah bukan saja terlepas dari cobaan, akan tetapi juga terlepas dari dosa-dosa yang telah kita perbuat di dunia. Berapa banyak dosa yang telah kita lakukan dari yang disengaja maupun tidak disengaja, semua itu bisa luntur hanya dengan kesabaran dan keikhlasan kita dalam menjalani cobaan. Bisa dibayangkan apa yang akan terjadi andai sederet dosa-dosa itu harus dibawa ke akhirat. Jadi mintalah pertolongan kepada Allah agar segera terlepas dari penderitaan yang dialami. Janganlah minta pertolongan kepada selain Allah semisal kepada setan, karena hanya kepada-Nya-lah yang sebenar-benarnya tempat berlindung dan memohon pertolongan. Sebagaimana Ali Imran (QS 3: 173) :

"Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah Sebaik-baik Pelindung".

dan tentang keharusan sabar, Allah berfirman dalam surah Al-Baqarah (QS 2:153) :
 
Hai orang-orang yang beriman, Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.

            Allah mendatangkan cobaan bukan saja berupa penderitaan, akan tetapi juga berupa kesenangan dengan harta dan gemerlap dunia. Lalu kepada siapa dan bagaimana Allah mendatangkan cobaan? Bisa saja kepada orang-orang yang mengetahui kebenaran karena keimanannya, bisa juga kepada orang-orang yang mengetahui kebenaran karena memelihara kesalahannya, dan tentu juga kepada orang-orang kafir karena kesesatannya.

Orang beriman yang diberikan cobaan penderitaan, tentunya adalah ujian untuk menyempurnakan keimanannya. Sedangkan cobaan penderitaan orang yang senantiasa memelihara kesalahannya adalah merupakaan teguran atau peringatan agar ia menyadari dan kembali ke jalan benar. Allah juga senantiasa mencoba umatnya dengan menitipkan harta yang melimpah serta kenikmatan duniawi lainnya, dimana ujiannya adalah mampukah menjaga dan membelanjakannya sesuai dengan yang diamanahkan-Nya. Sudah barang tentu keberhasilan dalam menjalankan ujian tersebut, semuanya kembali kepada kesabaran dan keikhlasan serta keimanan. Lain halnya kepada orang kafir, bisa saja berupa harta yang mengalir deras bagaikan air hujan yang turun dari langit agar dengan kesenangannya mereka semakin sesat, atau bisa juga sebaliknya, Allah mengazabnya di dunia dengan keras. Sebagai mana firman Allah :

dan Demikianlah telah Kami uji sebahagian mereka (orang-orang kaya) dengan sebahagian mereka (orang-orang miskin), supaya (orang-orang yang Kaya itu) berkata: "Orang-orang semacam inikah di antara kita yang diberi anugerah Allah kepada mereka?" (Allah berfirman): "Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur (kepadaNya)?" (Al-An’am, QS 6:53)

Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, Maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. (Al-An’am, QS 6:44).

Saudaraku, kalau kita menyimak dan memaknai perjalanan para nabi, bagaimana Allah menguji kesabaran kepada mereka yang sudah jelas tingkat keimanannya tidak diragukan lagi, sebagai misal nabi Ayub dengan penyakit kulitnya yang dideritanya bertahun-tahun, nabi Yusup dengan penganiayaan yang dilakukan oleh saudara-saudaranya hingga harus menahan nafas di dalam sumur, begitu juga kepada nabi Daud, nabi Musa, nabi Isa dan para nabi lainnya termasuk Rasulullah SAW dengan penganiayaan-penganiayaan secara fsikologis dari orang-orang kafir. Tentunya buah dari kesabaran serta keteguhan iman mereka, Allah memberinya tempat yang sangat mulia. Lalu bagaimana dengan kita yang notaben hanya manusia biasa dengan tingkat keimanan yang masih teramat jauh dari kesempurnaan. Apabila kita menyadarinya, tentulah tidak seharusnya kita lantas menyerah, menyesali, terlebih lagi berputus asa. Bersemangatlah untuk berjuang menggali kembali kehidupan yang kita harapkan, tentunya dengan selalu berusaha dan tidak bosan-bosannya berdo’a. Sebagaimana Allah berfirman dalam surah Ali Imran (QS 3:139) :

janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, Padahal kamulah orang-orang yang paling Tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.
Terkadang kita juga bertanya, mengapa do’a kita tidak dikabulkan oleh Allah SWT, padahal kita sudah banyak melakukan ibadah serta selalu mentaati perintahNYA. Ada dua kemungkinan :
Kemungkinan pertama, bukanlah Allah tidak mau mendengarkan permohonan kita, akan tetapi justru bisa jadi karena Allah Ta’ala menyukai kita, sehingga permintaan kita tersebut diletakkannya di bawah rahmat dan perlindunganNYA. Allah menyimpan doa-doa kita untuk keperluan kita sendiri di hari kiamat, dimana pada hari itu tidak ada gunanya lagi harta dan anak. Apabila tidak ada sesuatupun yang dapat menyelamatkan diri kita dari api neraka, maka ketika itulah Allah akan menunjukan dan membuka kembali segala doa-doa kita, sehingga seketika itu pulalah doa-doa kita tersebut akan dapat menyelamatkan kita dari panasnya api neraka. Betapa cinta serta kasih sayangnya Allah terhadap kita.
Dalam riwayat Aisyah r.a. berkata:
"Tidak ada seorang muslim yang berdo'a kepada Allah meminta sesuatu kemudian tidak muncul, kecuali Allah menangguhkannya untuk kesempatan lain di dunia, atau Allah menangguhkannya hingga hari qiamat nanti, kecuali ia tergesa-gesa dan putus asa". Lalu Urwah bertanya:"Wahai Ummul Mukminin, bagaimana ia tergesa-gesa dan putus asa?" Aisyah menjawab:"Misalnya ia berdoa, lalu berkata aku sudah berdoa tapi tidak diberi, atau aku telah berdoa tapi tidak dikabulkan"
Kemungkinan kedua, do’a tersebut tidak dikabulkan oleh Allah karena suatu sebab yang ada dalam diri kita. Misalnya karena kita tidak patuh menjalankan perintahNya, bahkan mungkin bukan itu saja, bisa jadi karena tidak adanya keseimbangan dengan apa yang telah kita lakukan untuk Allah, untuk Islam, untuk Rasulullah s.a.w? Sanggupkah kita lakukan seperti Bilal yang menahan siksaan kerana keimanannya kepada Allah? Sanggupkah kita lakukan seperti Saidina Abu Bakar As-Siddiq yang menafkahkan seluruh hartanya untuk Islam? Sanggupkah kita lakukan seperti Imam Nawawi yang mengorbankan siang dan malamnya serta mengorbankan kelezatan hidupnya di dunia ini demi untuk menegakkan ilmu agama Islam? Justru harusnya kita malu memohon kepada Allah tetapi tidak patuh kepada perintahNYA.
Firman Allah dalam surah Al-Baqarah (QS 2:186) :
dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya aku adalah dekat. aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.
Apabila Allah menyayangi kita, maka sedikit saja kesalahan yang kita lakukan tentunya akan sangat berpengaruh kepada kehidupan kita. Kadang kita sendiri tidak menyadari kalau telah melakukan dosa, bukan saja yang tidak disengaja atau yang jauh dari pengetahuan kita, bahkan juga yang disengaja. Terlebih juga kadang kita tidak menyadari akan kenikmatan yang begitu banyak telah dianugrahkanNYA kepada kita. Allah memang telah mengilhamkan kebaikan dan keburukan kepada hambaNYA, akan tetapi apabila kita menginginkan kemudahan dalam segala langkah kita, senantiasalah kita berupaya memelihara kebaikan dan menekan sedalam-dalamnya keburukan kita dengan penuh kesabaran. Sebagaimana Allah berfirman dalam surah Al-Hajj (QS 22:34-35) :
” ............... dan berilah kabar gembira kepada orang yang tunduk patuh (kepada Allah), yaitu mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hati mereka dan sabar atas ujian yang menimpa mereka.”
Saudaraku, marilah kita menyadari bahwa kondisi apapun yang ditimpakan Allah kepada kita adalah sebenar-benarnya yang terbaik buat kita. Bersyukurlah dan tetaplah bangga terhadap seburuk dan sepahit apapun yang kita miliki saat ini. Bangkitlah serta janganlah lagi terhanyut dalam keresahan dan kegelisahaan, dimana sesungguhnya keadaan seperti itu tak ubahnya sebuah wahana yang akan menghadirkan arena setan untuk memainkan peranannya dengan segudang tipu daya. Tinggalkan dan lupakanlah hari kemarin yang telah kita jalani dengan berbagai kebaikan dan keburukan. Jadikanlah hari ini adalah waktu yang terbaik untuk memulai kembali menabur sebanyak-banyaknya kebaikan dan membuka seluas-luasnya pandangan ke depan. Berusahalah seoptimal mungkin, melangkahlah dengan segenap keyakinan, sebab sesungguhnya di hadapan kita masih begitu luas terhampar ladang pengharapan. Berdo’alah dan memintalah kepada Allah apa yang kita inginkan, namun tentunya juga dalam waktu yang sama kita harus berusaha bersungguh-sungguh untuk dapat memenuhi perintah-perintahNya dan menjauhi segala laranganNya. Marilah kita berazam untuk tidak akan pernah lagi mengulangi segala perbuatan buruk kita. Insya Allah, segala do’a kita akan senantiasa diterima oleh Allah SWT. Amin.*****








2 komentar:

  1. DISKON TOGEL ONLINE TERBESAR
    BONUS CASHBACK SLOT GAMES 5%
    BONUS ROLLINGAN LIVE CASINO 0,8% (NO LIMIT)
    BONUS CASHBACK SPORTSBOOK 5%
    Bonus di Bagikan Setiap Hari Kamis pukul 11.00 wib s/d selesai
    Syarat dan Ketentuan Berlaku ya bosku :)
    BURUAN DAFTAR!
    dewa-lotto.biz
    UNTUK INFORMASI SELANJUTNYA BISA HUB KAMI DI :
    WHATSAPP : (+855 88 876 5575 ) 24 JAM ONLINE BOSKU ^-^

    BalasHapus
  2. DISKON TOGEL ONLINE TERBESAR
    BONUS CASHBACK SLOT GAMES 5%
    BONUS ROLLINGAN LIVE CASINO 0,8% (NO LIMIT)
    BONUS CASHBACK SPORTSBOOK 5%
    Bonus di Bagikan Setiap Hari Kamis pukul 11.00 wib s/d selesai
    Syarat dan Ketentuan Berlaku ya bosku :)
    BURUAN DAFTAR!
    dewa-lotto.biz
    UNTUK INFORMASI SELANJUTNYA BISA HUB KAMI DI :
    WHATSAPP : (+855 88 876 5575 ) 24 JAM ONLINE BOSKU ^-^

    BalasHapus