Rabu, 10 September 2014

Menjaga Kerukunan Antar Agama



Oleh : Zamid al Zihar

  
Masyarakat di negara tercinta kita terdiri dari berbagai suku, berbagai tradisi dan berbagai keyakinan (agama). Menyebar di berbagai pulau yang terangkai dalam ikatan kesatuan. Ikrar kebersaman selalu menggema dalam membela hak tanah air. Gambaran persada dari sabang sampai merauke yang sarat akan gemerlap mutu manikam senantiasa menjadi lambang kemakmuran. Aman, nyaman dan tenteram, itulah realita Indonesia yang selalu menjadi kebanggaan dan menjadi perhatian masyarakat dunia. Suasananya begitu terasa dingin dan sejuk serta penuh kedamaian. Namun adakah keberadaan yang begitu indah tersebut masih kita rasakan seutuhnya saat ini?

   Bisa kita katakan kalau saat ini suhu atmosfir Indonesia terasa berbeda. Seiring pertumbuhan masyarakat dengan berbagai ideologi serta ilmu dan ”conceptual skill” yang semakin berkembang, maka terjadi adanya fluktuasi perubahan cuaca yang tidak menentu. Terkadang sejuk berubah panas atau sebaliknya. Gejolak sosial karena faktor suhu politik, ekonomi dan lain-lain sering terjadi bukan saja di pusat pemerintahan bahkan di berbagai wilayah. Itulah barangkali yang dinamakan proses reformasi. Sebagian masyarakat beranggapan bahwa semua itu terjadi karena konsekwensi dari perubahan sistem. Ada juga yang menganggap bukan karena sistem, tetapi karena moralitas manusianya yang semakin keropos. Dan banyak lagi anggapan-anggapan lainnya yang berbeda-beda.

   Dinamika sosial yang terjadi dalam proses perubahan tatanan kepemerintahan mungkin bisa dikatakan lumrah adanya, akan tetapi hal yang sangat memprihatinkan bahkan merusak perdamaian serta menodai persatuan adalah munculnya karakter sosial yang menggeser tujuan dari kepentingan sosial secara umum menjadi kepentingan agama. Seperti yang terjadi di Poso Sulawesi Tengah beberapa lama berselang adanya gesekan sosial antar komunitas agama bahkan secara fisik. Belum lama di Bekasi, saling menghina dan nyaris terjadi adu fisik. Di internet dalam situs-situs lokal tertentu sepertinya sudah bukan lagi dianggap hal tabu, tulisan saling menghujat dengan bahasa-bahasa yang tidak pantas. Dan banyak lagi kejadian-kejadian lainnya yang terselubung. Jelasnya pertikaian antar Islam dan Nasrani. (Saya sendiri pernah membaca tulisan seorang “oknum” penganut kristen yang di cetak oleh teman saya dari salah satu blog di internet, isinya penuh hujatan dan  penghinaan kepada islam yang begitu menyakitkan). Dalam hal ini islam selalu saja di cap sebagai pengacau, lebih-lebih jika dikaitkan dengan munculnya yang disebut “teroris”, karena tidak sedikit kalangan menganggap bahwa “teroris” identik islam.    

   Anggapan yang keliru, karena sesungguhnya islam tidak mengajarkan kekerasan. Islam bukanlah agama yang radikal sebagaimana yang digambarkan oleh banyak orang dari kalangan berbeda. Islam lebih mengutamakan perdamaian, bahkan menganjurkan agar berbuat baik terhadap sesama manusia tanpa memandang golongan, kecuali kalau golongan dimaksud menghina dan memerangi islam. Sebagaimana Allah berfirman :

“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan Berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang Berlaku adil.” (Al-Mumtahanah, QS 60:8)

   Perbedaan keyakinan antar komunitas pada kehidupan manusia saat ini tidak lebih disebabkan karena masing-masing komunitas atau golongan berpijak dari rangkaian akar kehidupan sosial yang berbeda. Turun temurun para pendahulu yang mengakar seakan berlapis membuat keyakinan ajarannya semakin kuat menyelimuti setiap jiwa masing-masing golongan. Oleh karena itu tidaklah seharusnya saling hujat dan saling salah menyalahkan secara terbuka, bahkan saling mengklaim yang terbaik, karena tentunya masing-masing membawa pusakanya sendiri sebagai warisan para leluhurnya, sehingga masing-masing merasa berpendirian kepada sesuatu yang benar. Memang ini masalah agama, masalah keyakinan ketuhanan yang tentunya erat kaitannya dengan masalah keharusan menyampaikan suatu kebenaran, akan tetapi dilakukan dengan perbuatan dan perkataan yang baik tentunya akan lebih baik. Allah SWT tidak pernah mengajarkan bermusuhan, bahkan juga tidak pernah melarang umat-Nya berkawan dengan pihak manapun, kecuali dengan orang-orang yang memerangi agama-Nya. Sebagaimana yang difirmankan-Nya :

“Mudah-mudahan Allah menimbulkan kasih sayang antaramu dengan orang-orang yang kamu musuhi di antara mereka. dan Allah adalah Maha Kuasa. dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang........ Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. dan Barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, Maka mereka Itulah orang-orang yang zalim.”(Al-Mumtahanah, QS 60:7,9)

      Lalu bagaimana dengan “teroris” yang senantiasa dicap sebagai monsternya islam? Teroris bisa diartikan sebagai penyebar rasa takut atau rasa tidak nyaman. Teroris yang membawa bendera agama dengan mengatas-namakan jihad hanyalah perilaku segelintir orang atas pemahaman pembenaran ajaran dengan cara-cara yang keliru. Begitu banyak korban yang tidak berdosa akibat cara-cara seperti itu, belum lagi begitu besar nilai kerugian materil dari kerusakan fasilitas milik rakyat. Padahal islam adalah agama yang penuh toleransi dan sama sekali tidak pernah mengajarkan membunuh dan merusak. Simak firman Allah berikut :    

“dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas..........dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), Maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim.” (Al-Baqarah, QS 2:190,193)

   Adanya perintah berperang karena adanya orang-orang yang memerangi agama Allah. Ketika jaman turunnya wahyu, banyak orang-orang kafir yahudi yang menghina, mengejek, menganiaya bahkan membunuh orang-orang islam. Padahal Rasulullah SAW sendiri dalam menyampaikan ajarannya senantiasa dengan tutur kata yang lembut, jauh dari kekerasan. Mereka memandang islam sebagai duri yang menghalangi kekuasaannya saat itu. Kehadiran islam seolah pembawa malapetaka, karena ternyata banyak dari kalangannya yang keluar dan mengikuti ajaran Rasulullah SAW. Kekejaman orang-orang kafir terhadap pengikut ajaran Rasulullah SAW pada saat itu sudah melebihi batas dan tidak bisa ditolelir lagi. Itulah sebabnya Allah SWT melalui Rasul-Nya memerintahkan agar membela dan mempertahankan ekistensi agama-Nya dengan berperang melawan kezaliman kafirullah serta menghalalkan membunuh hingga orang-orang kafir yang zalim itu berhenti menebar permusuhan.

   Sifat permusuhan yahudi sepertinya sudah mengakar hingga saat ini seperti halnya yang terjadi di Palestina, seolah konflik yang tidak akan pernah berakhir. Perilaku yahudi yang berlebihan bahkan boleh dikatakan keterlaluan dan biadab seringkali dilakukannya, semisal penyerangan terhadap kapal pembawa misi kemanusiaan. Terhadap hal ini bukan saja islam, akan tetapi agama lainpun tentunya mengecam keras. Itulah barangkali yang seharusnya diperangi dan disanalah ladangnya jihad, bukannya di Indonesia yang jauh dari perilaku permusuhan. Dalam Al-Qur’anul Karim Allah berfirman :

“Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. dan Sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Kami ini orang Nasrani". yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena Sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri.” (Al-Maidah, QS 5 : 82)

“dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. ...... “ (Ali Imran, QS 3 : 105)

   Dengan demikian tidaklah ada alasan untuk saling bermusuhan. Islam dengan Hari Raya Idul Fitrinya, Kristen dengan Natalnya, Budha dengan Waisaknya, Hindu dengan Menyepinya, Kong Hu Cu dengan Toapekongnya dan lain-lainnya adalah wujud dari keragaman keyakinan yang ada di Republik ini. Islam mempunyai cara tersendiri dalam berperilaku menghargai agama lain, begitupun sebaliknya. Adapun perilaku dalam cara-cara menghargai satu sama lain kemungkinannya ada yang berlawanan dengan ajaran masing-masing, tidaklah harus diembel-embeli oleh prasangka negatif. Biarkan berjalan pada relnya masing-masing tanpa harus saling bergesekan. Agamaku adalah untukku dan agamamu adalah untukmu. Tanamkan rasa persahabatan dan saling harga menghargai. Syiar kebenaran dan kebaikan tentunya bisa dilakukan dengan cara yang baik, bukan dengan cara menyulut api di antara ladang-ladang bensin yang hanya akan menebar panas di mana-mana. Bukankah kita menginginkan kedamaian, kenyamanan dan ketenteraman?

   Mari kita tengok lebih jauh ke dalam diri kita sendiri. Sudahkah kita berbuat kebaikan untuk diri sendiri dan untuk orang lain selama hidup ini? Sudahkah kita berakhlak baik sesuai dengan yang diisyaratkan oleh agama kita masing-masing? Mari kita renungkan, bahwa sesungguhnya kedamaian, kenyamanan dan ketenteraman berpangkal dari hati kita sendiri. Mari kita membuka hati lebar-lebar dan menjernihkan pikiran guna menyatukan visi dari sisi keyakinan yang berbeda, tentunya untuk kita dan untuk kedamaian negeri tercinta kita Indonesia.

      Kesalahan dan kekurangan hanyalah semata-mata milik manusia, kebenaran dan kesempurnaan tentunya milik Allah SWT. Maha Suci Allah yang menguasai seluruh jagad alam raya, yang memiliki kerajaan langit dan bumi, yang menetapkan segala kebaikan dan keburukan, semoga mencurahkan Rahmat dan Hidayah-Nya serta  menganugerahkan seberkas cahaya-Nya guna menerangi hati yang penuh kegelapan ini, sehingga akan menjadikan terang benderang. Amin.

3 komentar:

  1. DISKON TOGEL ONLINE TERBESAR
    BONUS CASHBACK SLOT GAMES 5%
    BONUS ROLLINGAN LIVE CASINO 0,8% (NO LIMIT)
    BONUS CASHBACK SPORTSBOOK 5%
    Bonus di Bagikan Setiap Hari Kamis pukul 11.00 wib s/d selesai
    Syarat dan Ketentuan Berlaku ya bosku :)
    BURUAN DAFTAR!
    dewa-lotto.biz
    UNTUK INFORMASI SELANJUTNYA BISA HUB KAMI DI :
    WHATSAPP : (+855 88 876 5575 ) 24 JAM ONLINE BOSKU ^-^

    BalasHapus
  2. DISKON TOGEL ONLINE TERBESAR
    BONUS CASHBACK SLOT GAMES 5%
    BONUS ROLLINGAN LIVE CASINO 0,8% (NO LIMIT)
    BONUS CASHBACK SPORTSBOOK 5%
    Bonus di Bagikan Setiap Hari Kamis pukul 11.00 wib s/d selesai
    Syarat dan Ketentuan Berlaku ya bosku :)
    BURUAN DAFTAR!
    dewa-lotto.biz
    UNTUK INFORMASI SELANJUTNYA BISA HUB KAMI DI :
    WHATSAPP : (+855 88 876 5575 ) 24 JAM ONLINE BOSKU ^-^

    BalasHapus
  3. DISKON TOGEL ONLINE TERBESAR
    BONUS CASHBACK SLOT GAMES 5%
    BONUS ROLLINGAN LIVE CASINO 0,8% (NO LIMIT)
    BONUS CASHBACK SPORTSBOOK 5%
    Bonus di Bagikan Setiap Hari Kamis pukul 11.00 wib s/d selesai
    Syarat dan Ketentuan Berlaku ya bosku :)
    BURUAN DAFTAR!
    dewa-lotto.biz
    UNTUK INFORMASI SELANJUTNYA BISA HUB KAMI DI :
    WHATSAPP : (+855 88 876 5575 ) 24 JAM ONLINE BOSKU ^-^

    BalasHapus