Oleh : Zamid al
Zihar
Masyarakat di negara tercinta kita terdiri dari berbagai suku, berbagai tradisi dan berbagai keyakinan (agama). Menyebar di berbagai pulau yang terangkai dalam ikatan kesatuan. Ikrar kebersaman selalu menggema dalam membela hak tanah air. Gambaran persada dari sabang sampai merauke yang sarat akan gemerlap mutu manikam senantiasa menjadi lambang kemakmuran. Aman, nyaman dan tenteram, itulah realita Indonesia yang selalu menjadi kebanggaan dan menjadi perhatian masyarakat dunia. Suasananya begitu terasa dingin dan sejuk serta penuh kedamaian. Namun adakah keberadaan yang begitu indah tersebut masih kita rasakan seutuhnya saat ini?
Bisa kita katakan kalau saat ini
suhu atmosfir Indonesia terasa berbeda. Seiring pertumbuhan masyarakat dengan
berbagai ideologi serta ilmu dan ”conceptual
skill” yang semakin berkembang, maka terjadi adanya fluktuasi perubahan
cuaca yang tidak menentu. Terkadang sejuk berubah panas atau sebaliknya. Gejolak
sosial karena faktor suhu politik, ekonomi dan lain-lain sering terjadi bukan
saja di pusat pemerintahan bahkan di berbagai wilayah. Itulah barangkali yang
dinamakan proses reformasi. Sebagian masyarakat beranggapan bahwa semua itu
terjadi karena konsekwensi dari perubahan sistem. Ada juga yang menganggap
bukan karena sistem, tetapi karena moralitas manusianya yang semakin keropos.
Dan banyak lagi anggapan-anggapan lainnya yang berbeda-beda.
Dinamika sosial yang terjadi dalam
proses perubahan tatanan kepemerintahan mungkin bisa dikatakan lumrah adanya,
akan tetapi hal yang sangat memprihatinkan bahkan merusak perdamaian serta
menodai persatuan adalah munculnya karakter sosial yang menggeser tujuan dari kepentingan
sosial secara umum menjadi kepentingan agama. Seperti yang terjadi di Poso
Sulawesi Tengah beberapa lama berselang adanya gesekan sosial antar komunitas agama
bahkan secara fisik. Belum
lama di Bekasi, saling menghina dan nyaris terjadi adu fisik. Di internet dalam
situs-situs lokal tertentu sepertinya sudah bukan lagi dianggap hal tabu,
tulisan saling menghujat dengan bahasa-bahasa yang tidak pantas. Dan banyak
lagi kejadian-kejadian lainnya yang terselubung. Jelasnya pertikaian antar
Islam dan Nasrani. (Saya sendiri pernah
membaca tulisan seorang “oknum” penganut kristen yang di cetak oleh teman saya
dari salah satu blog di internet, isinya penuh hujatan dan penghinaan kepada islam yang begitu
menyakitkan). Dalam hal ini islam selalu saja di cap sebagai pengacau,
lebih-lebih jika dikaitkan dengan munculnya yang disebut “teroris”, karena tidak
sedikit kalangan menganggap bahwa “teroris” identik islam.
Anggapan yang keliru, karena sesungguhnya
islam tidak mengajarkan kekerasan. Islam bukanlah agama yang radikal
sebagaimana yang digambarkan oleh banyak orang dari kalangan berbeda. Islam
lebih mengutamakan perdamaian, bahkan menganjurkan agar berbuat baik terhadap
sesama manusia tanpa memandang golongan, kecuali kalau golongan dimaksud
menghina dan memerangi islam. Sebagaimana Allah berfirman :
“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan Berlaku
adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula)
mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang
Berlaku adil.” (Al-Mumtahanah, QS 60:8)
Perbedaan keyakinan antar komunitas pada
kehidupan manusia saat ini tidak lebih disebabkan karena masing-masing
komunitas atau golongan berpijak dari rangkaian akar kehidupan sosial yang
berbeda. Turun temurun para pendahulu yang mengakar seakan berlapis membuat
keyakinan ajarannya semakin kuat menyelimuti setiap jiwa masing-masing
golongan. Oleh karena itu tidaklah seharusnya saling hujat dan saling salah
menyalahkan secara terbuka, bahkan saling mengklaim yang terbaik, karena
tentunya masing-masing membawa pusakanya sendiri sebagai warisan para leluhurnya,
sehingga masing-masing merasa berpendirian kepada sesuatu yang benar. Memang
ini masalah agama, masalah keyakinan ketuhanan yang tentunya erat kaitannya
dengan masalah keharusan menyampaikan suatu kebenaran, akan tetapi dilakukan
dengan perbuatan dan perkataan yang baik tentunya akan lebih baik. Allah SWT tidak
pernah mengajarkan bermusuhan, bahkan juga tidak pernah melarang umat-Nya berkawan
dengan pihak manapun, kecuali dengan orang-orang yang memerangi agama-Nya. Sebagaimana
yang difirmankan-Nya :
“Mudah-mudahan Allah menimbulkan kasih sayang antaramu
dengan orang-orang yang kamu musuhi di antara mereka. dan Allah adalah Maha
Kuasa. dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang........ Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai
kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari
negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. dan Barangsiapa
menjadikan mereka sebagai kawan, Maka mereka Itulah orang-orang yang zalim.”(Al-Mumtahanah,
QS 60:7,9)
Lalu
bagaimana dengan “teroris” yang senantiasa dicap sebagai monsternya islam? Teroris
bisa diartikan sebagai penyebar rasa takut atau rasa tidak nyaman. Teroris yang
membawa bendera agama dengan mengatas-namakan jihad hanyalah perilaku segelintir
orang atas pemahaman pembenaran ajaran dengan cara-cara yang keliru. Begitu
banyak korban yang tidak berdosa akibat cara-cara seperti itu, belum lagi
begitu besar nilai kerugian materil dari kerusakan fasilitas milik rakyat. Padahal islam adalah agama yang penuh
toleransi dan sama sekali tidak pernah mengajarkan membunuh dan merusak. Simak
firman Allah berikut :
“dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi
kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena Sesungguhnya Allah tidak
menyukai orang-orang yang melampaui batas..........dan
perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan
itu hanya semata-mata untuk Allah. jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu),
Maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim.” (Al-Baqarah,
QS 2:190,193)
Adanya perintah berperang karena
adanya orang-orang yang memerangi agama Allah. Ketika jaman turunnya wahyu,
banyak orang-orang kafir yahudi yang menghina, mengejek, menganiaya bahkan
membunuh orang-orang islam. Padahal Rasulullah SAW sendiri dalam menyampaikan
ajarannya senantiasa dengan tutur kata yang lembut, jauh dari kekerasan. Mereka
memandang islam sebagai duri yang menghalangi kekuasaannya saat itu. Kehadiran
islam seolah pembawa malapetaka, karena ternyata banyak dari kalangannya yang
keluar dan mengikuti ajaran Rasulullah SAW. Kekejaman orang-orang kafir
terhadap pengikut ajaran Rasulullah SAW pada saat itu sudah melebihi batas dan tidak
bisa ditolelir lagi. Itulah sebabnya Allah SWT melalui Rasul-Nya memerintahkan
agar membela dan mempertahankan ekistensi agama-Nya dengan berperang melawan
kezaliman kafirullah serta menghalalkan membunuh hingga orang-orang kafir yang zalim
itu berhenti menebar permusuhan.
Sifat permusuhan yahudi sepertinya
sudah mengakar hingga saat ini seperti halnya yang terjadi di Palestina, seolah
konflik yang tidak akan pernah berakhir. Perilaku yahudi yang berlebihan bahkan
boleh dikatakan keterlaluan dan biadab seringkali dilakukannya, semisal penyerangan
terhadap kapal pembawa misi kemanusiaan. Terhadap hal ini bukan saja islam, akan
tetapi agama lainpun tentunya mengecam keras. Itulah barangkali yang seharusnya
diperangi dan disanalah ladangnya jihad, bukannya di Indonesia yang jauh dari
perilaku permusuhan. Dalam Al-Qur’anul Karim Allah berfirman :
“Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras
permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan
orang-orang musyrik. dan Sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat
persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata:
"Sesungguhnya Kami ini orang Nasrani". yang demikian itu disebabkan
karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan
rahib-rahib, (juga) karena Sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri.” (Al-Maidah,
QS 5 : 82)
“dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang
bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada
mereka. ...... “ (Ali Imran, QS 3 : 105)
Dengan demikian tidaklah ada
alasan untuk saling bermusuhan. Islam dengan Hari Raya Idul Fitrinya, Kristen
dengan Natalnya, Budha dengan Waisaknya, Hindu dengan Menyepinya, Kong Hu Cu dengan
Toapekongnya dan lain-lainnya adalah wujud dari keragaman keyakinan yang ada di
Republik ini. Islam mempunyai cara tersendiri dalam berperilaku menghargai
agama lain, begitupun sebaliknya. Adapun perilaku dalam cara-cara menghargai
satu sama lain kemungkinannya ada yang berlawanan dengan ajaran masing-masing,
tidaklah harus diembel-embeli oleh prasangka negatif. Biarkan berjalan pada
relnya masing-masing tanpa harus saling bergesekan. Agamaku adalah untukku dan
agamamu adalah untukmu. Tanamkan rasa persahabatan dan saling harga menghargai.
Syiar kebenaran dan kebaikan tentunya bisa dilakukan dengan cara yang baik,
bukan dengan cara menyulut api di antara ladang-ladang bensin yang hanya akan
menebar panas di mana-mana. Bukankah kita menginginkan kedamaian, kenyamanan
dan ketenteraman?
Mari kita tengok lebih jauh ke
dalam diri kita sendiri. Sudahkah kita berbuat kebaikan untuk diri sendiri dan
untuk orang lain selama hidup ini? Sudahkah kita berakhlak baik sesuai dengan yang diisyaratkan oleh agama kita
masing-masing? Mari kita renungkan, bahwa sesungguhnya kedamaian, kenyamanan
dan ketenteraman berpangkal dari hati kita sendiri. Mari kita membuka hati lebar-lebar
dan menjernihkan pikiran guna menyatukan visi dari sisi keyakinan yang berbeda,
tentunya untuk kita dan untuk kedamaian negeri tercinta kita Indonesia.
Kesalahan dan kekurangan hanyalah
semata-mata milik manusia, kebenaran dan kesempurnaan tentunya milik Allah SWT.
Maha Suci Allah yang menguasai seluruh jagad alam raya, yang memiliki kerajaan
langit dan bumi, yang menetapkan segala kebaikan dan keburukan, semoga mencurahkan
Rahmat dan Hidayah-Nya serta menganugerahkan seberkas cahaya-Nya guna
menerangi hati yang penuh kegelapan ini, sehingga akan menjadikan terang
benderang. Amin.

DISKON TOGEL ONLINE TERBESAR
BalasHapusBONUS CASHBACK SLOT GAMES 5%
BONUS ROLLINGAN LIVE CASINO 0,8% (NO LIMIT)
BONUS CASHBACK SPORTSBOOK 5%
Bonus di Bagikan Setiap Hari Kamis pukul 11.00 wib s/d selesai
Syarat dan Ketentuan Berlaku ya bosku :)
BURUAN DAFTAR!
dewa-lotto.biz
UNTUK INFORMASI SELANJUTNYA BISA HUB KAMI DI :
WHATSAPP : (+855 88 876 5575 ) 24 JAM ONLINE BOSKU ^-^
DISKON TOGEL ONLINE TERBESAR
BalasHapusBONUS CASHBACK SLOT GAMES 5%
BONUS ROLLINGAN LIVE CASINO 0,8% (NO LIMIT)
BONUS CASHBACK SPORTSBOOK 5%
Bonus di Bagikan Setiap Hari Kamis pukul 11.00 wib s/d selesai
Syarat dan Ketentuan Berlaku ya bosku :)
BURUAN DAFTAR!
dewa-lotto.biz
UNTUK INFORMASI SELANJUTNYA BISA HUB KAMI DI :
WHATSAPP : (+855 88 876 5575 ) 24 JAM ONLINE BOSKU ^-^
DISKON TOGEL ONLINE TERBESAR
BalasHapusBONUS CASHBACK SLOT GAMES 5%
BONUS ROLLINGAN LIVE CASINO 0,8% (NO LIMIT)
BONUS CASHBACK SPORTSBOOK 5%
Bonus di Bagikan Setiap Hari Kamis pukul 11.00 wib s/d selesai
Syarat dan Ketentuan Berlaku ya bosku :)
BURUAN DAFTAR!
dewa-lotto.biz
UNTUK INFORMASI SELANJUTNYA BISA HUB KAMI DI :
WHATSAPP : (+855 88 876 5575 ) 24 JAM ONLINE BOSKU ^-^