Selasa, 25 Oktober 2011

BENARKAH PEREMPUAN ADALAH RACUN ?


Oleh : Zamid al Zihar
  

   Dalam pandangan laki-laki normal, perempuan laksana air sejuk yang setiap saat bisa melepas kedahagiaan. Perempuan adalah pemandangan yang terindah dari yang terindah. Bahkan manakala laki-laki mengaguminya, terkadang mereka bisa terlena dan lupa dengan segalanya. Perempuan seumpama mutiara yang memancarkan sinar berkilau, bila dekat akan terpikat, bila renggang akan terkenang. Itulah perempuan, sosok mahkluk Tuhan yang diciptakan dengan segala pesonanya. Namun demikian, banyak orang yang mengatakan bahwa perempuan adalah racun, atau ada juga yang menyebutnya sebagai ular berbisa. Benarkah demikian? Sebelumnya mari kita tengok ke belakang, bagaimana keberadaan perempuan di masa lalu.

Perempuan pada masa pra peradaban islam.

   Jauh sebelum peradaban modern, perempuan dianggap sebagai sosok manusia lemah yang hina dan sama sekali tidak berguna. Keberadaan perempuan tidak lebih dari sampah yang kotor, sehingga perlakuan terhadap mereka jauh di luar batas-batas kemanusiaan. Bangsa Yahudi misalnya, menyebutnya perempuan itu dengan laknat dan haram bila disentuh, setiap perbuatan amoral yang dilakukan laki-laki selalu saja kesalahanya ditumpahkan kepada perempuan, karena perempuan dianggapnya sebagai penggoda dan pengumbar nafsu. Lebih biadab lagi, pada masa jahiliyah, para perempuan entah itu dewasa, anak-anak, bahkan bayipun diburu dan dibunuhnya. Bergeser kepada peradaban lebih maju, perempuan hanya dijadikan sebagai barang pemuas kebutuhan seks, sebagai budak nafsu yang diperjual belikan dan dipertaruhkan dalam berbagai bentuk perjudian, bahkan tidak perduli apakah perempuan itu istrinya sendiri atau bukan. Bangsa Yunani menganggap bahwa perempuan adalah bagian dari perbuatan setan, bahkan seorang filsuf Yunani, Socrates mengatakan :

“Keberadaan perempuan merupakan bibit sekaligus sumber krisis dan kehancuran dunia terbesar, karena perempuan serupa dengan pohon beracun yang kulit luarnya tampak indah, namun ketika burung-burung memakannya, maka ia akan mati dengan segera.”

Perempuan pada masa Islam

   Masuknya Islam mengantarkan ajaran yang mengubah pandangan terhadap eksistensi perempuan. Islam mengangkat harkat martabat perempuan, mengetengahkan keadilan dan persamaan antara perempuan dan laki-laki serta memenuhi hak-hak perempuan. Lebih sempurna lagi, Islam mengatur norma-norma akhlaki dari etika berperilaku, etika berpakaian, etika pergaulan hingga etika-etika bagaimana seharusnya perempuan bersikap kepada laki-laki dan begitu juga sebaliknya bagaimana seharusnya laki-laki memperlakukan perempuan dalam hubungannya sebagai suami istri. Dalam pergaulan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram, Allah SWT berfirman :

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.’” (An-Nur, QS 24 : 30).

“Katakanlah kepada wanita yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakan perhiasannya, kecuali yang (biasa) tampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya…….’” (An-Nur, QS 24 : 31).

   Dalam hubungannya sebagai suami istri, Mu’awiyah bin Haidah ra ketika menanyakan kepada Rasulullah SAW tentang kewajiban suami yang merupakan hak istri, beliau menjawab :

“Kamu harus memberinya makan bila kamu makan, kamu harus memberinya pakaian bila kamu memakai pakaian, kamu tidak boleh memukul mukanya dan tidak boleh berlaku kasar serta tidak boleh memboikotnya kecuali hanya dalam rumah saja.” (Riwayat Abu Daud).

Dijelaskan juga mengenai cara bersikap seorang laki-laki dalam menyampaikan pesan dan nasehat kepada istrinya. Rasulullah SAW bersabda :

“Berpesan-pesan baiklah kamu kepada istri, karena sesungguhnya orang wanita itu terbuat dari tulang rusuk dan bagian atas dari tulang itu bengkok. Kalau kamu luruskan secara paksa maka akan patahlah tulang itu dan kalau kamu biarkan maka akan bengkok terus. Oleh karenanya berpesan-pesan baiklah kepada istri.” (Riwayat Bukhari-Muslim).

    Laki-laki sebagai pemimpin dalam keluarga, seorang istripun tentunya harus memberikan pelayanan yang baik kepada suami serta mentaati apa yang dikehendakinya dan dinasehatkannya. Sebegitu harus patuhnya seorang istri terhadap suaminya, sehingga Rasulullah SAW bersabda :

“Seandainya saya boleh menyuruh seseorang untuk bersujud kepada seseorang, niscaya saya menyuruh seorang istri untuk bersujud kepada suaminya.” (Riwayat Bukhari-Muslim).

    Islam mengajarkan norma-norma berkehidupan kepada manusia tentunya agar langkah manusia tidak tersesat ke jalan yang tidak diridhai-Nya. Perempuan diberikan hak dan kewajiban, serta menempatkannya pada posisi dan kedudukan sebagai manusia yang memiliki harkat dan martabat, yang mana dalam kehidupannya di tengah-tengah kekuasaan laki-laki harus senantiasa dihormati. Dalam berkorelasi antara laki-laki dan perempuan dituntut harus saling menghargai serta saling menjunjung tinggi hak dan kewajibannya masing-masing. Itulah kesempurnaan ajaran islam yang khususnya bagi perempuan membawa angin segar dalam mengekspresikan haknya.

Perempuan pada masa sekarang

   Terlepas dari peradaban masyarakat Islam dengan segala ketentuannya, perempuan pada jaman modern saat ini sepertinya tidak sepenuhnya menunjukan adanya perubahan kedudukan. Sejarah pahit akan perlakuan terhadap perempuan seakan menjadi alasan perempuan untuk menuntut persamaan hak dengan laki-laki. Di negara barat misalnya, kebebasan perempuan dalam berperilaku seolah sebuah legalitas keadaan yang menjadi lambang kebangkitan di mana nilai-nilai akhlak nyaris tidak disentuh. Kesucian dan kehormatan bukan lagi barang berharga, kebebasan pergaulan yang berlebihan telah menutup perasaan malu. Keadaan seperti ini berkembang hingga ke negara-negara timur, bahkan di Indonesia sendiripun tidak sedikit yang mencerminkan kehidupan barat.

    Di Indonesia, berkembangnya kebebasan pergaulan secara umum yang berseberangan dengan norma-norma agamis lebih dipengaruhi oleh gaya hidup modern. Gaya hidup modern bukan saja mempengaruhi kepada perempuan-perempuan yang memiliki status sosial, akan tetapi lebih parah lagi kepada perempuan-perempuan yang berkehidupan miskin. Perempuan dengan segala pesonanya mampu memikat laki-laki, sehingga akan dengan mudah mengorbankan kehormatannya demi memperoleh sarana untuk bisa merubah pola hidup. Indikasi ke arah itu adalah banyaknya perempuan yang terjerumus kepada pelacuran, baik dilakukan perempuan dewasa maupun di bawah umur. Ada juga yang karena kemiskinannya, perempuan mencoba memperbaiki nasib dengan cara menjadi pembantu rumah tangga baik di dalam negeri maupun di luar negeri (yang disebut oleh pemerintah sebagai pahlawan devisa), akan tetapi tidak sedikit juga yang pada kenyataannya terjerumus kepada sistim perbudakannya jahiliyah, di mana sering terjadinya penghinaan, penganiayaan, bahkan pelecehan seksual.

    Kembali kepada norma-norma agama, semua perilaku negatif manusia khususnya perempuan tentunya dilatar-belakangi oleh kurangnya pendidikan akhlak. Lantas siapa yang bertanggung jawab? Ibnu Umar ra menceritakan bahwasnnya Rasulullah SAW bersabda :

”Kamu sekalian adalah pengembala (pemimpin) dan kamu sekalian akan dimintai pertanggung-jawaban tentang kepemimpinannya. Seorang penguasa adalah pemimpin. Seorang laki-laki adalah pemimpin atas seluruh anggota rumahnya. Seorang wanita adalah pemimpin atas rumah suaminya dan anaknya. Kamu sekalian adalah pemimpin, dimintai pertanggung-jawaban atas kepemimpinannya.” (Riwayat Bukhari-Muslim).

    Pemimpin adalah tonggak pemikul tanggung jawab dan otomatis merupakan cermin akan perilaku jamaahnya. Suami memimpin istri dan anak-anaknya, sementara istri memimpin anak-anaknya. Suami dan istri (orang tua) bertanggung jawab akan pendidikan akhlak anak-anaknya. Namun demikian, bertolak dari komunitas keluarga, maka jelas bahwa secara keseluruhan yang bertanggung jawab akan moralitas manusia khususnya para perempuan adalah laki-laki sebagai pemimpin rumah tangga. Dengan demikian, apakah perempuan bisa dikatakan racun kehidupan? Dalam kenyataannya mungkin benar, akan tetapi kembali kepada siapa yang bertanggung jawab, maka laki-lakilah sesungguhnya yang meracuni.***

3 komentar:

  1. DISKON TOGEL ONLINE TERBESAR
    BONUS CASHBACK SLOT GAMES 5%
    BONUS ROLLINGAN LIVE CASINO 0,8% (NO LIMIT)
    BONUS CASHBACK SPORTSBOOK 5%
    Bonus di Bagikan Setiap Hari Kamis pukul 11.00 wib s/d selesai
    Syarat dan Ketentuan Berlaku ya bosku :)
    BURUAN DAFTAR!
    dewa-lotto.biz
    UNTUK INFORMASI SELANJUTNYA BISA HUB KAMI DI :
    WHATSAPP : (+855 88 876 5575 ) 24 JAM ONLINE BOSKU ^-^

    BalasHapus
  2. DISKON TOGEL ONLINE TERBESAR
    BONUS CASHBACK SLOT GAMES 5%
    BONUS ROLLINGAN LIVE CASINO 0,8% (NO LIMIT)
    BONUS CASHBACK SPORTSBOOK 5%
    Bonus di Bagikan Setiap Hari Kamis pukul 11.00 wib s/d selesai
    Syarat dan Ketentuan Berlaku ya bosku :)
    BURUAN DAFTAR!
    dewa-lotto.biz
    UNTUK INFORMASI SELANJUTNYA BISA HUB KAMI DI :
    WHATSAPP : (+855 88 876 5575 ) 24 JAM ONLINE BOSKU ^-^

    BalasHapus
  3. DISKON TOGEL ONLINE TERBESAR
    BONUS CASHBACK SLOT GAMES 5%
    BONUS ROLLINGAN LIVE CASINO 0,8% (NO LIMIT)
    BONUS CASHBACK SPORTSBOOK 5%
    Bonus di Bagikan Setiap Hari Kamis pukul 11.00 wib s/d selesai
    Syarat dan Ketentuan Berlaku ya bosku :)
    BURUAN DAFTAR!
    dewa-lotto.biz
    UNTUK INFORMASI SELANJUTNYA BISA HUB KAMI DI :
    WHATSAPP : (+855 88 876 5575 ) 24 JAM ONLINE BOSKU ^-^

    BalasHapus