Selasa, 25 Oktober 2011

DAHSYATNYA PERINGATAN ALLAH

Oleh : Zamid al Zihar.

  
   Seperti yang kita ketahui bahwa manusia di alam dunia ini hanyalah sebagai khalifah atau sebagai pengembara yang berjalan menuju akhir tempat yang sesungguhnya yakni alam akhirat. Selama melakukan perjalanan tersebut tentunya manusia harus melewati berbagai peraturan dan ketentuan yang telah di tetapkan Allah SWT. Jika dilanggar, maka Allah akan memberikan peringatan. Pelanggaran terkecil hingga terbesar tentu kadar peringatannya satu sama lain akan berbeda. Jika terhadap peringatan-peringatan tersebut manusia masih tetap saja pada kondisi tidak jera atau tidak ada upaya memperbaikinya, maka eksekusi yang sesungguhnya adalah kelak di hari kiamat, di mana menjelang masuk pintu alam akhirat segala amal perbuatan kita akan diperhitungkan. Bagi yang selama perjalanan di dunianya mentaati peraturan-Nya ataupun yang setelah diberikan peringatan lalu bertobat dan kembali berjalan sesuai peraturan-Nya maka tempatnya adalah surga. Sedangkan bagi yang sebaliknya dari itu maka tidak akan berlaku lagi peringatan, di mana tempatnya adalah penjara akhirat (neraka) dan dihukum dengan hukuman yang tiada bandingannya. Itulah seberat-beratnya hukuman yang pasti akan dirasakan di akhir perjalanan mengarungi kehidupan dunia.

   Peringatan Allah bisa mengambil berbagai bentuk seperti bencana alam, kelaparan, wabah penyakit dan lain sebagainya. Baik peraturan, peringatan (hukuman) di dunia maupun hukuman di akhirat semuanya telah tertulis dalam kitab pedoman hidup manusia yakni Al-Qur’an. Allah Ta’ala tidak akan pernah menimpakan peringatan atau hukuman jika saja ketentuan-Nya tidak dilanggar. Jadi peringatan yang dirasakan manusia di atas bumi ini adalah semata karena kesalahan manusia itu sendiri. Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur’an sebagaimana firman-Nya :

“Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri…” (An-Nisa, QS 4 : 79).

   Jika Allah memberikan peringatan kepada umat-Nya, maka tidak akan pernah ada yang mampu menolaknya apalagi melawannya. Datangnya secara tiba-tiba tanpa ada yang bisa memprediksi kapan akan terjadinya. Begitu keras dan dahsyat, sehingga siapapun yang melihat dan merasakannya sudah pasti akan ketakutan dan kesakitan, bahkan seketika itu juga manusia akan tertunduk tanpa daya, ada yang berputus asa dan ada juga yang meratap-ratap memohon ampunan-Nya. Peringatan atau teguran bukan hanya menimpa kepada diri orang sendiri, tapi secara massal kepada kaum manusia dalam suatu negeri yang tentunya disebabkan atas pelanggaran-pelanggaran terhadap peraturan-peraturan yang telah ditetapkan-Nya. Bagaimanakah Allah mengadakan peringatan atau teguran kepada umat-Nya? Mari kita tengok ke belakang beberapa peringatan Allah dari waktu ke waktu berupa kejadian-kejadian bencana alam terbesar yang paling mengerikan dan memilukan yang pernah mengguncang dunia sepanjang periode tahun 1970 hingga sekarang.

Gempa Bumi Dan Tanah Longsor Di Peru, Tahun 1970

   Tanggal 31 Mei 1970. Gempa bumi terjadi pada pukul 15.23 yang terukur mencapai kekuatan 7,75 pada Skala Richter. Sumber gempa berasal dari retakan di dasar laut dekat pelabuhan Chimbote yang berjarak sekitar 30 mil (50 km) dari pantai. Kerusakan yang menakutkan seiring bencana tersebut terjadi di kota-kota pesisir terutama di Chimbote. Gelombang guncangan gempa menyebar dalam lingkaran konsentris sebelah utara Peru. Begitu hebatnya hingga mengakibatkan kota hancur lebur terkoyak, manusia terkubur serta 95 persen gedung-gedung runtuh. Dahsyatnya lagi, Huaras yang merupakan tempat peristirahatan populer lenyap dari bumi seakan tak berbekas. Belum lagi selesai, gempa ini memicu bergeraknya tanah wilayah Gunung Huascaran, sehingga terjadi longsor yang sangat besar dan mengerikan. 3,5 milyar kubik lumpur, batu dan air serta gletser setebal seratus kaki (30 m) menghujani kota Yungay. Besarnya beban yang luar biasa itu menjebolkan bendungan di sepanjang Peru Utara. Sebuah sumber melukiskan efek tanah longsor ini sebagai penyempurnaan kerusakan yang sebelumnya terlewatkan dari dari gempa bumi. Diperkirakan korban tewas 66.794 orang ditambah kerugian materil senilai $250 juta.

Badai Tropis di Bangladesh, Tahun 1970.

  Tanggal 13 Nopember 1970. Angin puyuh yang disertai tsunami raksasa setinggi 15 meter menghantam dengan ganas pulau-pulau kecil lepas pantai di Teluk Benggala, meninggalkan pulau-pulau kecil ini seakan tidak pernah di tempati manusia sebelumnya. Pemandangan yang mengerikan, dimana mayat-mayat berserakan di daratan, juga bergelantungan di pohon-pohon seakan buah-buah pohon yang berubah bentuk menjadi sosok mayat manusia. Belum lagi banyaknya mayat-mayat yang mengapung di Sungai Gangga dan Delta disertai jutaan bangkai sapi dan binatang-binatang lainnya, sehingga merubah warna air sungai itu menjadi merah. Keadaannya begitu mencekam, dunia pada saat itu seakan tak berfungsi lagi sebagai tempat kehidupan dan penghidupan. Jumlah korban berdasarkan laporan dari berbagai sumber diperkirakan sebanyak satu juta orang.

Topan Fifi di Honduras, Amerika Tengah, Tahun 1974.

   Tanggal 18-20 September 1974. Topan Fifi berkecepatan 110 mil (175 km) per jam bergerak melewati barat laut Honduras, meluluh lantakan kota Chomola dan San Pedro Sula. 60 persen industri pertanian mengalami kerusakan luar biasa, 60.000 orang kehilangan tempat tinggal. Badai topan juga menumpahkan Sungai Ulua dan Sungai Aguan, sehingga airnya meluap hebat, gelombangnya mengerikan, menyapu perumahan, bangunan dan apa saja yang disinggahinya. Banjir kematian dan kerusakan sama-sama tinggi jumlahnya. Selepas badai berlalu, meninggalkan pemandangan yang memilukan, kehancuran sejauh berkilo-kilometer, rumah-rumah yang hancur dan menyatu dengan tanah, lapangan-lapangan yang tergenang bagaikan danau-danau luas yang terhampar dan ribuan mayat ditimbun setinggi mungkin, lalu dibakar. Badai topan telah menyisakan kepedihan yang luar biasa. Korban tewas diperkirakan 10.000 orang.

Gempa Bumi Di Tangshan, Cina, Tahun 1976

   Tanggal 28 Juli 1976. Gempa bumi berkekuatan 8,3 Skala Richter (SR) mengguncang permukaan bumi Tangshan sekitar pukul 3.45 waktu setempat, ditambah lagi gempa susulan berkekuatan 7,1 SR terjadi pada sore harinya. Meluluhlantakan lebih kurang 600 rumah penduduk dan ratusan bangunan lainnya termasuk pusat pembangkit listrik hidroelektrik, rumah sakit-rumah sakit dan jembatan-jembatan strategis. Di mana-mana yang terlihat mayat-mayat bergelimpangan di antara puing-puing yang berserakan. Ratusan penduduk yang terlelap tidur tewas seketika dan ratusan ribu lainnya luka-luka disusul ribuan kematian lainnya karena wabah penyakit yang diakibatkannya. Setiap jalan yang terentang lebih dari 640 km (400 mil) hancur terkoyak, sehingga menyulitkan siapapun tim penyelamat untuk bisa masuk ke wilayah itu. Layanan Seismologis Cina menyatakan kepastian jumlah korban tewas tidak lebih dari 242.419 orang, meskipun pada awalnya memperkirakan sekitar 655.000 orang.

Gempa Bumi Di Armenia, Uni Soviet, Tahun 1988

   Tanggal 7 Desember 1988. Gempa bumi yang terukur pada 6,9 SR terjadi pukul 11.41 memporak porandakan perumahan penduduk, bangunan perkantoran dan gedung-gedung bertingkat lainnya sejauh radius lingkaran 30 mil (48 km). Kejadiannya di tengah aktivitas masyarakat bekerja, sehingga kehancuran gedung-gedung tersebut menimpa langsung dan mengubur hidup-hidup ribuan orang yang ada di dalamnya hingga menjadi mayat. Dibandingkan dengan gempa Tangshan yang tercatat pada angka 8,3 SR mungkin ukuran kekuatannya tidak seberapa, akan tetapi kedahsyatannya telah meluluhlantakan seisi Kota Spitak, Armenia. National Oceanic and Atmosheric (NOAA) memperkirakan kehancuran yang begitu hebat dari akibat bencana tersebut adalah karena faktor temperatur yang sangat dingin serta kondisi tanah dan konstruksi bangunan yang tidak memadai. Korban tewas diperkirakan 55.000 orang dengan kerugian material senilai lebih kurang $14,2 milyar dan lebih memilukan lagi dampak dari bencana tersebut puluhan ribu penduduk yang masih hidup mengalami kemiskinan panjang.

Gempa Bumi Di Iran, Tahun 1990.

   Tanggal 21 Juni 1990. Gempa bumi terburuk yang pernah menghantam Laut Kaspia. Gempa yang berkekuatan hingga 7,7 SR dan menghantamnya pukul 00.30 dini hari ini telah menghancurkan dan memporak porandakan Kota-kota seperti Rudbar, Manjil dan Lushan, dan diperkirakan 700 desa kecil hancur total serta 300 desa lainnya mengalami rusak berat. Belum lagi ribuan mayat manusia bergeletakan berbaur di antara puing-puing reruntuhan bangunan. Lengkap sudah penderitaan makhluk-makhluk hidup yang ada di wilayah bumi itu ketika gempa susulan berkekuatan 6,5 SR menghantam dan menghancurkan segalanya selama empat hari berturut-turut. Suasananya begitu menakutkan, hari-harinya selama getaran gempa itu terasa selalu dibayang-bayangi oleh kematian. Tercatat lebih dari 100 ribu rumah benar-benar runtuh dan menimbun seisinya. Dalam bencana ini 50.000 orang diperkirakan tewas, 60.000 orang luka-luka dan kerusakan-kerusakan ditaksir senilai $7 juta.

Gempa Bumi di Kobe, Jepang, tahun 1995.

   Tanggal 16 Januari 1995. Gempa bumi berkekuatan 7,2 SR dan disebut sebagai bencana paling mahal sepanjang masa, di mana kekuatannya telah menghancurkan dan menewaskan ribuan korban hanya dalam waktu sekitar 20 detik. Kejadiannya pukul 5.46 pagi hari selama 20 detik, akan tetapi pemulihannya dibutuhkan waktu satu dekade. Hampir semua gedung di perkotaan mengalami kerusakan dan kehancuran berat, hampir semua rumah ambruk dan rata dengan tanah, lebih dari 90 persen dari 187 tambatan kapal di pelabuhan mengalami kerusakan., ribuan mayat bergelimpangan menyatu dengan puing-puing reruntuhan bangunan. Hansin Expressway sepanjang beberapa kilometer telah hancur di beberapa tempat. Korban tewas diperkirakan 5.502 orang dengan kerusakan senilai $147 milyar.

Topan Mitch Di Negara-Negara Wilayah Amerika, Tahun 1998.

   Tanggal 26 Oktober-5 Nopember 1998. Topan Mitch yang berkecepatan lebih dari 175 mil (280 km) per jam dan lebih dari 200 hembusan telah menyapu dan menggulung serta menyisir selama sepuluh hari melewati negara-negara di wilayah Amerika Tengah. Negara-negara yang kedatangan tamu mengerikan itu antara lain Honduras, Nikaragua, Guatemala, El Salvador, Kosta Rika, Belize, Meksiko dan Florida Keys. Honduras adalah negara paling parah, di mana Topan Mitch telah membunuh lebih dari 14.000 orang, memporak porandakan 21 kota, meratakan ribuan rumah dengan tanah dan menyapu 75 persen ladang padi. Topan Mitch menghembus ke Negara-negara bagian lainnya, bagai monster angin raksasa yang mengobrak-abrik segala apa yang dilewatinya. Hujan tak terduga yang dibawanya menjadikan tanah dan lumpur longsor; banjir air bercampur lumpur menyeret kota-kota serta seisinya, manusia, hewan, gedung-gedung dan apapun yang berada di dalam jalurnya. Gelimang mayat dalam kubangan lumpur setinggi beberapa meter seolah menggantikan posisi rumah-rumah, jalan-jalan dan gedung-gedung lainnya. Benar-benar sebuah pemandangan yang begitu mengerikan. Korban yang tewas diperkirakan 18.323 orang.

Gempa Bumi Di Izmit, Turki, Tahun 1999

   Tanggal 17 Agustus 1999. Gempa bumi berkekuatan 7,4 SR terjadi sekitar pukul 3.01 dini hari mengguncang Izmit, Turki, sepanjang Ngarai Anatolia Utara (sebuah jurang yang secara geologis sangat serupa dengan Jurang San Andreas di California), mengakibatkan kerusakan dan korban jiwa yang sangat besar. Guncangan gempa terasa hingga jarak lebih dari dua ratus mil (320 km). Seluruh wilayah Turki mengalami listrik padam; kilang minyak yang mensuplai sepertiga minyak bagi Turki harus ditutup selama berminggu-minggu karena habis terbakar. Puluhan ribu orang tewas seketika karena tertindih reruntuhan dan puing-puing rumah yang menimpa mereka. Kira-kira 600.000 orang telah kehilangan tempat tinggal, hingga akhirnya harus tinggal di jalan-jalan. Di Golcuk, Turki, baik gedung-gedung lama maupun gedung-gedung baru ambruk berpuing-puing dan menewaskan mereka yang ada di dalamnya. Namun demikian, sebuah mesjid kota yang sangat besar, yang telah dibangun sejak berabad-abad lalu tetap berdiri kokoh dan hanya mengalami kerusakan kecil. Diyakini pada saat itu bahwa akibat dari bencana tersebut telah menghancurkan 10 persen perekonomian Turki. Korban tewas diperkirakan hingga 40.000 dan kerugian meterial sebesar $40 milyar.

Gempa Bumi Dan Tsunami Aceh, Indonesia, Tahun 2004

   Tanggal 26 Desember 2004. Gempa tektonik berkekuatan 8,9 SR di Samudera India atau tepatnya di ujung barat Pulau Sumatera yang terjadi Minggu pagi pukul 8.00 WIB meluluhlantakan sebagian wilayah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Sumatera Utara. Belum hilang kepanikan akibat gempa dahsyat tersebut, gelombang air  pasang tsunami menerjang puing-puing reruntuhan akibat gempa dan menenggelamkan sebagian besar wilayah tersebut. Gelombang raksasa inipun telah menyapu bersih pemukiman nelayan di kawasan pesisir pantai. Seketika daratan seakan berubah lautan berombak ganas. Tak pelak lagi, bangunan-bangunan yang sudah hancur lebur berpuing-puing akibat gempa terseret berkilo-kilo meter jaraknya. Mayat-mayat tak bertuan berserakan di mana-mana. Namun sebuah keajaiban terjadi terhadap Mesjid Rahmatullah di wilayah NAD, sekalipun gelombang dahsyat menghantamnya, tetap berdiri tegar tak bergeming. Negara di Asia Tenggara lainnya yang juga parah terimbas gempa tersebut adalah Sri Lanka. Korban tewas di Aceh dan Sumatera Utara diperkirakan 230.000 orang, sementara di Sri Lanka diperkirakan lebih dari 30.000 orang.

Gempa Bumi di Nias, Indonesia, Tahun 2005.

   Tanggal 28 Maret 2005. Gempa dahsyat berkekuatan 8,7 SR mengguncang Pulau Nias dan simeuleu Sumatera Utara, terjadi pada Senin malam pukul 23.09 WIB. Peristiwa tersebut terjadi di tengah masyarakat sedang lelap-lelapnya tidur. Sebagian besar bangunan, perumahan rata dengan tanah. Fasilitas-fasilitas umum seperti listrik, air bersih, telepon di Gunung Sitoli rusak total. Nyaris tidak ada bangunan yang bisa terselamatkan. Belum lagi wabah penyakit seperti kolera dan disentri menyebar di mana-mana dan menyerang warga yang selamat. Komunikasi terputus, sehingga menyebabkan terhambatnya penanganan serta pengiriman bantuan. Korban tewas dari peristiwa tersebut diperkirakan 1.000 orang.  

   Itulah sebagian bencana-bencana alam yang boleh dikatakan terbesar sejak 1970 hingga sekarang dan bila dipaparkan semuanya begitu banyak bencana-bencana dahsyat lainnya yang telah terjadi di tahun-tahun sebelumnya. Bahkan bukan hanya bencana alam, tetapi banyak juga musibah lainnya yang tidak kalah dahsyatnya seperti Wabah Kelaparan di Ukraina tahun 1921 dan 1932 yang menewaskan 5 juta hingga 7 juta orang, Epidemi AIDS di seluruh dunia sejak tahun 1970 hingga saat ini memakan korban tewas lebih dari 22 juta orang, Bencana Kekeringan dan Wabah Kelaparan di India tahun 1896-1901 merenggut nyawa 8,25 juta orang, dan masih banyak lagi yang lainnya.

   Di Indonesia sendiri selain bencana yang dikategorikan terbesar seperti gempa dan tsunami di Aceh dan Nias, banyak lagi bencana-bencana alam lainnya yang bisa dikatakan memilukan seperti Gempa Padang 2 Juli 2009, Gempa Yogja 27 Mei 2005, Jebolnya Situ Gintung Ciputat tahun 2009,  terbakarnya Hutan Gunung Guntur Garut  tahun 2009, terbakarnya Padang Savana Gunung Rinjani tahun 2009, Gempa dan Tsunami Mentawai tahun 2009-2010, Gempa Tasikmalaya tahun 2009, Banjir Bandang, Tanah Longsor dan tentunya masih banyak lagi bencana-bencana lainnya. Adapun bencana alam yang paling dahsyat di Indonesia bahkan mengguncang dunia sepanjang abad 19 adalah Meletusnya Gunung Tambora di Sumbawa 5 April 1815 dengan perkiraan korban tewas hingga 150.000 orang dan Meletusnya Gunung Krakatau di Selat Sunda 26-27 Agustus 1883 dengan korban tewas diperkiraan 36.417 orang.  

   Ilmuwan Simpson dari Geosains Australia memaparkan bahwa pertumbuhan penduduk adalah penyebab utama hancurnya kawasan Asia-Pasifik akibat bencana alam,  karena begitu populasi bertambah, orang mulai menetap pada daerah-daerah yang sebelumnya tidak pernah ditinggali, seperti lereng curam yang rawan longsor, di pinggir sungai atau pantai yang setiap beberapa tahun akan mengalami banjir. Prediksi manusia dengan ilmiahnya tentang penyebab terjadinya bencana alam tersebut terkadang bisa dibenarkan, namun sesungguhnya semua itu adalah merupakan azab atas kesombongan manusia di muka bumi ini, di mana jauh sebelum orang memprediksikan hal ini sudah dituliskan oleh Allah SWT, sebagaimana firman-Nya :

“tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri,” (Al-Hadid, QS 57 : 22-23)

“dan apa saja musibah yang menimpa kamu Maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). dan kamu tidak dapat melepaskan diri (dari azab Allah) di muka bumi, dan kamu tidak memperoleh seorang pelindung dan tidak pula penolong selain Allah.” (Asy-Syura, QS 42 : 30-31).

  Bencana adalah sebuah peringatan Allah kepada manusia, serta juga merupakan azab di muka bumi ini atas keingkaran manusia kepada-Nya. Apabila Allah menimpakan yang demikian, maka tidak ada seorangpun yang mampu melepaskannya, dan tidak ada yang bisa sembunyi ke manapun dan di manapun sekalipun di dalam benteng yang terbuat dari berlapis-lapis beton. Jutaan jiwa yang terenggut akibat dahsyatnya tekanan peringatan-Nya seakan-akan menjadi saksi atas merosotnya akidah manusia secara terus menerus dari masa ke masa. Simak ayat di bawah ini :

“Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah Maha mensykuri dan Maha Mengetahui.” (An-Nisa, QS 4 : 147).

”Adapun orang kafir, maka akan Ku siksa mereka dengan siksa yang sangat keras di dunia dan di akhirat, dan mereka tidak ada memperoleh penolong.” (Ali ’Imran,QS 3:56).

Andai saja manusia pandai bersyukur dan beriman, maka tidak ada alasan bagi Allah menurunkan peringatan yang begitu keras. Namun apabila sebaliknya, maka bencana akan terus bersaksi sepanjang masa.***

2 komentar:

  1. DISKON TOGEL ONLINE TERBESAR
    BONUS CASHBACK SLOT GAMES 5%
    BONUS ROLLINGAN LIVE CASINO 0,8% (NO LIMIT)
    BONUS CASHBACK SPORTSBOOK 5%
    Bonus di Bagikan Setiap Hari Kamis pukul 11.00 wib s/d selesai
    Syarat dan Ketentuan Berlaku ya bosku :)
    BURUAN DAFTAR!
    dewa-lotto.biz
    UNTUK INFORMASI SELANJUTNYA BISA HUB KAMI DI :
    WHATSAPP : (+855 88 876 5575 ) 24 JAM ONLINE BOSKU ^-^

    BalasHapus
  2. DISKON TOGEL ONLINE TERBESAR
    BONUS CASHBACK SLOT GAMES 5%
    BONUS ROLLINGAN LIVE CASINO 0,8% (NO LIMIT)
    BONUS CASHBACK SPORTSBOOK 5%
    Bonus di Bagikan Setiap Hari Kamis pukul 11.00 wib s/d selesai
    Syarat dan Ketentuan Berlaku ya bosku :)
    BURUAN DAFTAR!
    dewa-lotto.biz
    UNTUK INFORMASI SELANJUTNYA BISA HUB KAMI DI :
    WHATSAPP : (+855 88 876 5575 ) 24 JAM ONLINE BOSKU ^-^

    BalasHapus